Instalasi aplikasi server
Masih baca sampai sini? bagus! Berarti kalian sudah memutuskan untuk belajar PHP. Ok, berarti kita tinggal menginstall PHP. Karena PHP adalah bahasa pemrograman server, dan bahasa-nya tidak dieksekusi di browser, maka kita harus menginstall interpreter PHP di Sistem Operasi kita.
Ada 2 cara menginstal PHP di Sistem Operasi kita. Cara yang pertama adalah cara manual yang menurut saya sulit apalagi untuk yang baru belajar ngoding, karena mengharuskan kita melakukan semua konfigurasinya sendiri. Cara yang ke-2 adalah cara yang mudah dan merupakan cara yang saya sarankan, karena dengan menggunakan software bantuan, semua konfigurasi dilakukan secara otomatis.
Sebetulnya tidak ada salahnya jika kita menginstall PHP secara manual karena nantinya kita jadi lebih tau mengenai cara kerja sistem dan konfigurasinya. Tapi sekali lagi, jika baru belajar PHP, cukup instal menggunakan cara yang ke-2.
Sekarang, kita akan coba melakukan instalasi dengan ke-dua cara tersebut.
Cara Manual
cara susah :(
Karena PHP adalah bahasa pemrograman yang berjalan di server, maka sebelum PHP diinstall kita harus install server-nya dulu..
*hah?! server?*
nah, nambah lagi kan? makanya saya bilang cara susah.
gpp, bismillah aja dulu..
Server yang akan kita instal namanya adalah Apache.
siap?
Instalasi Apache
Langkah 1: Konfigurasi Web Server lain dan Port yang dibuka
Jika kalian sudah pernah menginstall web server lain misalnya IIS, silahkan hapus atau matikan dulu servicenya. biasanya IIS sudah otomatis terinstall jika kalian menggunakan OS Windows versi tertentu
Secara default, Apache berjalan menggunakan TCP/IP port 80. Ada beberapa aplikasi yang juga menggunakan port yang sama, contoh aplikasi populer yang menggunakan port 80 adalah Skype. Jika kalian menggunakan Skype, non-aktifkan terlebih dahulu dengan cara menjalankan Skype lalu pilih menu Tools > Option > Advanced > Connection, pastikan untuk me-non-aktifkan pilihan "Use port 80 and 443 as alternatives for incoming connections". Silahkan lihat gambar dibawah ini.

Langkah 2: Download file Apache
Kita bisa download file apache di website Apache Lounge. Lalu pilih file .zip yang sesuai dengan Sistem Operasi kalian. Pilih file-nya seperti gambar berikut ini

Langkah 3: Ekstrak / unzip file-nya
Kita akan instal Apache di C:Apache2, maka ekstraklah .zip yang sudah di-download tadi di root dari drive C:
Apache bisa diinstal di manapun di sistem kita, namun kita harus lakukan konfigurasi path dari apache sesuai dengan tempat penyimpanannya.
Langkah 4: Konfigurasi Apache
Apache dapat dikonfigurasi melalui file httpd.conf yang ada di dalam folder Apache. Buka file tersebut menggunakan text/code editor favorit kalian.
Ada beberapa baris yang harus kita ubah pada file konfigurasi ini.
Baris 46, listen semua request pada port 80:
Listen *:80
Baris 116, aktifkan mod-rewrite dengan cara menghapus tanda #
LoadModule rewrite_module modules/mod_rewrite.so
Baris 172, tentukan nama domain dari server
ServerName localhost:80
Baris 224, ijinkan .htaccess overrides
AllowOverride All
Langkah 5: Instal Apache sebagai service
Cara paling mudah untuk otomatis menjalankan Apache adalah dengan menambahkan-nya sebagai service di Windows. Buka Command Prompt (run > 'cmd'), lalu ketikkan perintah berikut:
cd Apache2bin *tekan enter, lalu*
httpd -k install
Buka Control Panel, pilih Administrative Tools, lalu Services dan klik dua kali Apache2.2. Set Startup type-nya menjadi Automatic untuk memastikan Apache otomatis dijalankan setiap kita menjalankan Sistem Operasi kita.
Langkah 6: Uji Coba Web Server
Untuk menguji apakah web server kita sudah berjalan atau belum, kita bisa membuat sebuah file web dengan nama index.html atau index.php, simpan di dalam folder htdocs, lalu tuliskan skrip berikut:
<html>
<head>
<title>Coba Web Server</title>
</head>
<body>
<h1>Hello World!</h1>
</body>
</html>
Buka web browser kalian, lalu ketikkan alamat http://localhost. Jika semuanya sudah berjalan normal, maka web kalian tadi akan tampil.
Instalasi PHP
Setelah Web Server Apache berhasil kalian instal, sekarang kita akan menginstal interpreter PHP pada web server. Berikut adalah langkah-langkahnya:
Langkah 1: Download file PHP
Download versi terakhir PHP5 dalam bentuk .zip di php.net.
Langkah 2: Ekstrak file .zip
Seperti Apache, kita juga akan instal PHP di C:php. Silahkan buat dulu folder di C: dengan nama 'php', lalu ekstrak file .zip yang sudah didownload tadi kedalam folder itu.
Langkah 3: Konfigurasi php.ini
Copy isi dari C:/php/php.ini-recommended ke C:/php/php.ini, lalu ubah beberapa baris didalamnya menggunakan text/code editor favorit kalian (gunakan fasilitas find untuk mencari baris). Berikut adalah beberapa baris yang harus diubah:
Definisikan direktori untuk extension
extension_dir = "C:\php\ext"
Jalankan beberapa ektensi berikut dengan cara menghapus tanda titik koma ';' di depan ekstensinya
extension=php_curl.dll
extension=php_gd2.dll
extension=php_mbstring.dll
extension=php_mysql.dll
extension=php_mysqli.dll
extension=php_pdo.dll
extension=php_pdo_mysql.dll
extension=php_xmlrpc.dll
Langkah 4: Tambahkan C:\php pada path environment variable
Agar windows mengenali PHP, kita harus mengubah path environment variable. Buka Control Panel, pilih System, lalu pilih tab Advanced, dan klik tombol "Environment Variables".
Pada kolom System Variables cari variable Path, pilih lalu tekan tombol edit. Tambahkan 'C:\php' di akhir value-nya.

Klik OK, lalu restart sistem operasi kalian.
Langkah 5: Konfigurasi PHP agar menjadi modul Apache
Pastikan Apache tidak dalam keadaan aktif. Jalankan Command Prompt (run > 'cmd'), lalu ketik 'net stop Apache2.2'.
Buka file httpd.conf, lalu ubah skrip pada baris berikut:
Baris 239, tambahkan index.php sebagai nama file default
DirectoryIndex index.php index.html
Di akhir file httpd.conf, tambahkan baris kode berikut:
# PHP5 module
LoadModule php5_module "c:/php/php5apache2_2.dll"
AddType application/x-httpd-php .php
PHPIniDir "C:/php"
Save file konfigurasi tersebut, lalu tes melalui Command Line (run > 'cmd'), dan ketikkan baris berikut :
cd Apache2bin
httpd -t
Langkah 6: Uji menggunakan file PHP
Buat file dengan nama index.php, simpan di dalam folder htdocs, lalu tuliskan baris berikut:
<?php phpinfo(); ?>
untuk memastikan PHP sudah terinstal dengan benar, buka web browser lalu ketikkan alamat http://localhost/. Jika semua berjalan benar maka akan tampil penjelasan dari konfigurasi PHP.
cara-otomatis
cara gampang
Cara ke-2 ini saya sebut gampang karena kita hanya tinggal menginstal sebuah software yang otomatis menginstalkan Apache dan PHP sekaligus, ditambah lagi kita juga secara otomatis sudah menginstal database MySQL.
Ada beberapa software yang biasa digunakan, namun yang akan saya jelaskan cara instal dan penggunaannya hanya 1. Beberapa software tersebut adalah:
- WAMP
- MAMP
- XAMPP yang nanti akan dijelaskan
0 komentar:
Posting Komentar